Penyimpanan Bahan Makanan Kering

1. Penyimpanan Minyak Goreng
Minyak goreng adalah minyak yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan hewan yang telah mengalami pemurnian, meliputi deguming, netralisasi, bleaching, dan deodorisasi. Salah satu cara memasak yang sudah umum dilakukan adalah menggoreng. Minyak goreng digunakan sebagai media penghantar panas, pemberi cita rasa, dan menambah nilai gizi dan energi bahan pangan. Minyak goreng berbentuk cair disebabkan karena kandungan asam lemak jenuh yang rendah dan asam tak jenuh yang tinggi, baik yang berikatan satu atau ikatan rangkap di antara atom-atom karbonnya, sehingga titik leburnya menjadi rendah.
Kerusakan minyak goreng serta kestabilannya dipengaruhi oleh ketidakjenuhan asam lemak yang dihasilkan, ikatan rangkap, dan penyebarannya baik secara alami atau tidak dapat rusak karena proses oksidasi. Salah satu ciri rusaknya minyak goreng adalah minyak berasap/berbusa dan meninggalkan warna cokelat dan flavour (rasa) yang tidak enak dari makanan yang digoreng. Kerusakan ini sebenarnya dapat diminimalisir dengan cara penggunaan dan penyimpanan yang baik dan benar.
Cara pengunaan dan penyimpanan minyak goreng yang baik dan benar :
1. Sebaiknya minyak goreng disimpan dalam kemasan berwarna gelap. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari ketengikan, karena oksidasi akibat kontak dengan udara ang dipicu oleh sinar matahari. Selama ini bungkus minyak goreng yang dijual di pasaran berwarna bening transparan, tujuannya agar mudah dilihat. Selain itu preferensi (kesukaan) konsumen terhadap kemasan minyak goreng yang transparan lebih disukai. Padahal preferensi ini ternyata tidak tepat karena minyak goreng dapat dengan mudah teroksidasi (tengik).
2. Menyimpan minyak goreng sebaiknya di wadah yang tertutup dan jauh dari sumber panas seperti cahaya, kompor, maupun matahari. Kebiasaan menyimpan minyak goreng di dekat sumber panas tersebut akan menyebabkan vit.A yang difortifikasi akan berkurang walaupun dalam jumlah yang sedikit. Bahkan dapat merusak vit. A yang terkandung dalam minyak goreng .Karena vitamin A termasuk salah sati zat mikro yang tidak tahan terhadap asam dan oksidasi jika terkena sinar matahari secara langsung.
3. Minyak goreng lebih baik digunakan kurang dari 4 kali penggunaan karena jika dipakai lebih dari 4 kali akan menyebabkan gangguan kesehatan seperti iritasi saluran pencernaan, diare, dan kanker. Pemakaian minyak goreng lebih dari 4 kali akan merusak ikatan-ikatan asam lemak tak jenuh and jenuh dari minyak goreng Hal ini terlihat dengan berubahnya warna menjadi cokelat, flavour tidak enak dan berbusa.
Cara penyimpanan minyak di atas juga bisa diberlakukan untuk minyak wijen, bunga matahari, dan minyak yang memiliki struktur seperti minyak goreng.
Selain minyak goreng baru, para ibu juga sering mneyimpan minyak goreng yang telah dipakai, salah satu tujuannya untuk menghemat penggunaan minyak goreng. Namun, perlu diingat juga kalau penyimpanan minyak goreng bekas ini salah akan berakibat minyak berubah menjadi toksik yang membahayakan kesehatan.
Minyak goreng bekas sangat mudah rusak atau tengik, kalau sudah tengik selain makanan yang digoreng tidak enak juga membahayakan kesehatan. Walau tidak tengik minyak goreng juga mudah rusak, dan untuk mengetahui ini selalu melalui laboratorium. Berikut adalah cara yang baik untuk menyimpan minyak goren bekas:
1. Sehabis masak, minyak goreng panas jangan ditempatkan di kaleng, tapi gunakan botol karena minyak goreng panas akan bereaksi dengan logam pada kaleng yang mengakibatkan cepat tengik
2. Usahakan penuhi botol tempat menyimpan, sehingga mengurangi udara di dalam botol kemudian botol ditutup rapat.
3. Simpan botol pada tempat yang gelap, yaitu yang tidak langsung terkena sinar matahari atau lampu di dapur.
4. Pada saat penyimpanan yang agak lama, maka ada bagian minyak yang kental, buanglah bagian yang kental.
5. Hindari menggunakan minyak jelantah untuk campuran makanan, karena sangat berbahaya.
6. Sebaiknya gunakan minyak tidak lebih dari 3 kali.
7. Minyak bekas bisa digunakan lagi untuk penerangan rumah menggantikan lilin.
8. Penyimpanan Minyak Zaitun
Minyak zaitun adalah minyak buah yang didapat dari zaitun (Olea europaea. Minyak Zaitun selain umumnya digunakan untuk kesehatan dan untuk memasak. Minyak zaitun, secara efektif dapat mengurangi insiden penyakit jantung, juga bisa mengatur metabolisme tubuh, mengurangi pengentalan darah serta mengurangi resiko timbulnya tumor dan juda untuk merawat kulit, serta melembabkan rambut. Selain itu minyak zaitun juga dimanfaatkan dan juga bisa digunakan untuk membersihkan perabot rumah tangga dan merawat kulit sofa.
Minyak Zaitun bisa cepat tengik jika tidak disimpan dengan benar. Paparan panas, udara dan cahaya adalah tiga faktor kontrol yang mempengaruhi seberapa cepat minyak zaitun akan rusak. Jika kita menyimpan minyak zaitun dengan benar, kita akan bisa menggunakannya selama berbulan-bulan. Berikut ini adalah cara penyimpanan minyak zaitun yang benar:
1. Tuangkan minyak zaitun ke dalam wadah buram (tidak tembus cahaya). Namun bukan terbuat dari logam plastik atau reaktif, karena ini mungkin mencemari bahan rasa minyak. Usahakan juga untuk membaginya ke dalam beberapa wadah yang lebih kecil.
2. Tutup rapat wadah agar tidak langsung terkena paparan udara, atau oksidasi, karena akan menyebabkan zaitun lebih cepat tengik.
3. Simpan wadah minyak zaitun di tempat yang sejuk dan gelap, jauh dari panas, seperti di dalam lemari dapur, pantry, atau gudang anggur. Suhu penyimpanan minyak zaitun yang ideal adalah 57 derajat F
4. Jika diperlukan, minyak zaitun bisa disimpan di dalam lemari es, dan ketika akan digunakan biarkan minyak kembali ke suhu kamar terlebih dahulu, untuk menghilangkan kekeruhan dan kembali ke keadaan cair dan minyak zaitun siap digunakan kembali.

About lelykesehatan

mahasiswa
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s